Pertama kali saya menginjakkan kaki di Balai Diklat Keuangan
Malang adalah ketika aku melakukan verifikasi berkas untuk mendapatkan nomor ujian
yang nantinya akan digunakan untuk mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK) USM
STAN. Verifikasi berkas yang dihadiri ratusan pendaftar, membutku menunggu karena
aku datang kurang pagi sehingga saya tidak mendapat nomor antrian barisan depan.
Verifikasi berkas yang kala di hari itu dihadiri oleh
sekitar 800 pendaftar itu telah membuat ramai BDK Malang. Aku yang kala itu
terlamabat mengambil nomor antrian karena datang terlalu siang membuatku berada
di urutan belakang, sehingga waktu yang aku buang untuk menunggu antrian jauh
lebih banyak, dibandingkan dengan yang datang lebih awal. Sambil menunggu
giliranku, waktuku aku pakai untuk berkeliling daerah sekitar, sehingga,
waktuku tidak terlalu terbuang percuma.
Antusias pendaftar begitu besar,bahkan, konon katanya ada
beberapa pendafar yang rela berangkat
sebelum subuh untuk mengambil nomor antrian. Demi waktu yang bisa dipakai untuk
melakukan hal lain selain tidak menunggu antrian di bawah terik matahari yang
panas, mereka rela kedinginan untuk mengantri di dinginnya pagi yang begitu
dingin. Lain halnya dengan aku, aku merasa santai untuk mengikuti kegiatan
tersebut, aku tidak terlalu memikirkan waktu yang kubuang karena hari itu
memang sudah aku tandai untuk tidak kemana-mana selain melakukan verifikasi
berkas.
Setelah verifikasi berkas selesai, saya mendapat penempatan
mengikuti USM STAN (sekarang USM PKN STAN) di UIN Malik Ibrahim di jalan
Gajayana Malang. Saya merasa tenang karena saya sudah tahu dimana tempat
ujianku berlangsung, namun untuk lebih tenangnya lagi, saya melakukan survei
lokasi gedung dan kelas dimana saya akan melaksanakan ujian. Survei tersebut
saya lakukan pada malam hari sebelum dilaksanakannya ujian seleksi masuk
tersebut.
Hari berikutnya, saya berangkat dari kos ke kampus UIN untuk
melaksanakan Ujian Seleksi Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (sekarang USM
PKN STAN). Ketika saya tiba di lokasi, saya merasa gugup karena para pendaftar
yang hadir terlihat sangat siap untuk melaksanakan ujian tersebut. Kemudian
saya mulai memasuki ruangan ujian yang tenang karena semua peserta terlihat
serius kala itu. Suasana hening yang kurasakan membuatku fokus 100% untuk
mengerjakan soal-soal ujian.
Setelah dilaksanakannya ujian, saya hanya perlu menunggu
pengumuman kelulusan, dan Alhamdulillah saya diterima di STAN yang kini berubah
nama menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN. Awal masuk kuliah, saya mengikuti
acara kampus yaitu perkenalan tentang kampus dan acara tersebut diberi nama
Dinamika. Saya merasa antusias mengikuti acara tersebut dan tidak habis piker
saya bisa memasuki kampus yang bergengsi tinggi ini dimana puluhan ribu, bahkan,
ratusan ribu pendaftar dan hanya sekitar tiga ribuan yang diterima dan saya
adalah salahsatu diantara tiga ribuan peserta yang diterima tersebut.
Kegiatan pengenalan kampus berlangsung selama seminggu dan kegiatannya pun mengasikkan dan
penuh canda tawa. Disini saya mulai mempunyai teman baru yang nantinya adalah
teman seperjuangan saya untuk menjadi abdi Negara Indonesia yang indah ini. itu
adalah kisah saya ketika memasuki Politeknik Keuangan Negara STAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar