Rabu, 27 April 2016

Pertama kali menginjakkan kaki di Balai Diklat Keuangan Malang



Pertama kali saya menginjakkan kaki di Balai Diklat Keuangan Malang adalah ketika aku melakukan verifikasi berkas untuk mendapatkan nomor ujian yang nantinya akan digunakan untuk mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK) USM STAN. Verifikasi berkas yang dihadiri ratusan pendaftar, membutku menunggu karena aku datang kurang pagi sehingga saya tidak mendapat nomor antrian barisan depan.
 
Verifikasi berkas yang kala di hari itu dihadiri oleh sekitar 800 pendaftar itu telah membuat ramai BDK Malang. Aku yang kala itu terlamabat mengambil nomor antrian karena datang terlalu siang membuatku berada di urutan belakang, sehingga waktu yang aku buang untuk menunggu antrian jauh lebih banyak, dibandingkan dengan yang datang lebih awal. Sambil menunggu giliranku, waktuku aku pakai untuk berkeliling daerah sekitar, sehingga, waktuku tidak terlalu terbuang percuma.


Antusias pendaftar begitu besar,bahkan, konon katanya ada beberapa pendafar  yang rela berangkat sebelum subuh untuk mengambil nomor antrian. Demi waktu yang bisa dipakai untuk melakukan hal lain selain tidak menunggu antrian di bawah terik matahari yang panas, mereka rela kedinginan untuk mengantri di dinginnya pagi yang begitu dingin. Lain halnya dengan aku, aku merasa santai untuk mengikuti kegiatan tersebut, aku tidak terlalu memikirkan waktu yang kubuang karena hari itu memang sudah aku tandai untuk tidak kemana-mana selain melakukan verifikasi berkas.

Setelah verifikasi berkas selesai, saya mendapat penempatan mengikuti USM STAN (sekarang USM PKN STAN) di UIN Malik Ibrahim di jalan Gajayana Malang. Saya merasa tenang karena saya sudah tahu dimana tempat ujianku berlangsung, namun untuk lebih tenangnya lagi, saya melakukan survei lokasi gedung dan kelas dimana saya akan melaksanakan ujian. Survei tersebut saya lakukan pada malam hari sebelum dilaksanakannya ujian seleksi masuk tersebut.

Hari berikutnya, saya berangkat dari kos ke kampus UIN untuk melaksanakan Ujian Seleksi Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (sekarang USM PKN STAN). Ketika saya tiba di lokasi, saya merasa gugup karena para pendaftar yang hadir terlihat sangat siap untuk melaksanakan ujian tersebut. Kemudian saya mulai memasuki ruangan ujian yang tenang karena semua peserta terlihat serius kala itu. Suasana hening yang kurasakan membuatku fokus 100% untuk mengerjakan soal-soal ujian.

Setelah dilaksanakannya ujian, saya hanya perlu menunggu pengumuman kelulusan, dan Alhamdulillah saya diterima di STAN yang kini berubah nama menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN. Awal masuk kuliah, saya mengikuti acara kampus yaitu perkenalan tentang kampus dan acara tersebut diberi nama Dinamika. Saya merasa antusias mengikuti acara tersebut dan tidak habis piker saya bisa memasuki kampus yang bergengsi tinggi ini dimana puluhan ribu, bahkan, ratusan ribu pendaftar dan hanya sekitar tiga ribuan yang diterima dan saya adalah salahsatu diantara tiga ribuan peserta yang diterima tersebut.

Kegiatan pengenalan kampus berlangsung selama  seminggu dan kegiatannya pun mengasikkan dan penuh canda tawa. Disini saya mulai mempunyai teman baru yang nantinya adalah teman seperjuangan saya untuk menjadi abdi Negara Indonesia yang indah ini. itu adalah kisah saya ketika memasuki Politeknik Keuangan Negara STAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar